Sekilas PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA

PROFIL PERUSAHAAN

v PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA

PT Temprina Media Grafika adalah percetakan dalam bidang Web Rotary Offset Printing, Sheetfed Printing dan Finishing yang menghasilkan produk koran, tabloid, majalah, buku dan produk media cetak lainnya. PT Temprina Media Grafika didukung oleh SDM berkualitas yang tersebar di wilayah Surabaya (Karah Agung, Graha Pena, dan Sumengko), Bekasi, Cengkareng, Surakarta, Semarang, Nganjuk, Jember, dan Denpasar mulai dari tingkat Direksi, Operasional Manager, Manager, Kepala Seksi, Kepala Divisi, Kepala Regu, Wakil Kepala Regu, dan staff pelaksana serta operator.

Lahirnya PT Temprina Media Grafika yang beralamat di Jl. Karah Agung No. 45, Surabaya tidak bisa dilepaskan dari PT Jawa Pos. Perkembangan PT Jawa Pos yang semakin pesat perlu didukung oleh layanan percetakan yang harus mampu mendukung aspek mutu atau kualitas, ketepatan waktu, dan jumlah sesuai yang diminta. Untuk itu bagian percetakan yang awal mulanya merupakan bagian dari departemen produksi PT Jawa Pos kemudian dipisahkan menjadi perusahaan berbadan hukum sendiri dengan Akta Pendirian Perusahaan tertanggal 29 Nopember 1996. Pertimbangan lain adalah :

  • Surat kabar Jawa Pos oplahnya semakin bertambah sehingga membutuhkan tambahan mesin-mesin cetak. Untuk mengoptimalkan kapasitas produksi selain untuk mencetak koran Jawa Pos maka mesin-mesin tersebut juga dipergunakan untuk mencetak media cetak selain koran Jawa Pos.
  • Diperlukan tempat yang lebih luas, representatif dan strategis untuk memperluas jangkauan layanan dan perkembangan variasi produk-produk media cetak.
  • Mengintegrasikan layanan Sistem Cetak Jarak Jauh (SCJJ) yang dimulai tahun 1996. Pengembangannya kemudian diperluas lagi yaitu pada tahun 1997 ke Solo, 1998 ke Bekasi, 1999 ke Banyuwangi, 2000 ke Nganjuk, 2001 ke Bali, 2002 ke Cengkareng, 2003 ke Semarang, dan 2005 ke Jember.
  • Pengembangan pasar komersial di luar cetakan reguler untuk mengurangi idle capacity dari mesin-mesin cetak koran yang rata-rata hanya terpakai 35% dari kapasitas optimal. Selain itu ditujukan juga untuk membuka peluang pengembangan bisnis baru.
  • Meningkatkan kualitas pengelolaan manajemen perusahaan dengan upaya perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) melalui penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 dan sistem informasi terintegrasi berbasis ERP System.

Sejak tahun 2002 Temprina mulai memantapkan diri sebagai salah satu perusahaan percetakan media cetak terbesar di Indonesia. Bidang kegiatan utama Temprina adalah percetakan dalam bidang Web Rotary Offset Printing, Sheetfed Printing dan finishing yang menghasilkan produk koran, tabloid, majalah, buku dan produk media cetak lainnya. Seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas produk dan layanan yang prima maka Temprina telah menggunakan teknologi grafika terkini seperti yang terdapat pada mesin-mesin cetak yang berteknologi tinggi serta mesin-mesin pendukung proses produksi seperti Computer To Plate (CTP). Selain itu Temprina juga didukung oleh teknologi Sistem Cetak Jarak Jauh (SCJJ) yang sudah menjangkau di hampir seluruh kota-kota besar Indonesia.

Di samping mesin dan teknologi, Temprina juga didukung oleh SDM unggul dan berkualitas yang tersebar di wilayah Jawa-Bali meliputi Surabaya, Malang, Bekasi, Cengkareng, Surakarta, Semarang, Nganjuk, Jember, dan Denpasar. Keunggulan Temprina yang lain adalah adanya dukungan pasokan kertas dari pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta (Jawa Pos Group) untuk menjaga kontinuitas ketersediaan bahan baku utama percetakan serta dukungan suplai energi listrik dari PT Prima Elektrik Power (Jawa Pos Group) untuk kelancaran operasional sehari-hari dan kelancaran proses produksi di Temprina.

JAWA POS GRUP

Keberadaan PT. Temprina Media Grafika tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya surat kabar Jawa Pos. Surat kabar Jawa Pos dirintis oleh The Chung Sen (Soeseno Tedjo) seorang warga negara Indonesia kelahiran Batam. Soeseno Tedjo membina relasi dengan perusahaan surat kabar untuk kelancaran iklan filmnya. Pada saat itu di Surabaya hanya ada beberapa penerbitan pers yaitu Perwata Surabaya, Terompet Masyarakat dan Perdamaian. Perwata Surabaya adalah satu-satunya surat kabar yang mampu bersaing dengan perusahaan penerbitan di Jakarta seperti Sin Po dan Ken Po. Keuntungan yang dicapai oleh surat kabar Sin Po dan Ken Po membuat Soeseno Tedjo tertarik untuk memiliki surat kabar sendiri.

Kemudian pada tanggal 1 Juli 1949 Soeseno Tedjo mendirikan PT. Perusahaan Penerbitan dan Percetakan Djava Post Concern Limited, penerbit surat kabar Java Post. Dalam perjalanan waktu bentuk dan nama Java Post berubah menjadi Java Post (1952), JAVA POST (1955), Djawa Post (1958), Djawa Pos (1982), Jawa Pos (1989). Jawa Pos merupakan harian pagi tertua yang mampu bertahan hingga saat ini.

Dengan usahanya, Soeseno Tedjo berhasil mengangkat nama Jawa Pos sehingga pada tahun 1950-an Jawa Pos mampu menambah surat kabarnya menjadi tiga yaitu dalam bahasa Indonesia, bahasa Tionghoa dan bahasa Belanda. Kemudian Koran Harian berbahasa Belanda diubah namanya karena pada saat itu Presiden anti terhadap Belanda. Sedangkan yang berbahasa Tionghoa tidak terbit sama sekali, maka hanya tinggal Jawa Pos yang semakin hari semakin menurun oplahnya.

Karena ketiga putra Soeseno Tedjo tidak satupun yang tinggal di Indonesia untuk membantu menjalankan perusahaannya, maka Soeseno Tedjo tidak berani menanamkan modal pada mesin cetak generasi baru yang lebih modern untuk meningkatkan kualitas penerbitan. Oleh karena itu hasil cetaknya semakin menurun hingga tinggal sekitar 6.700 eksemplar per hari.

Pada tanggal 1 April 1982 saham PT. Jawa Pos dibeli oleh PT. Grafiti Pers yang menerbitkan majalah Tempo dan Direktur Utama PT. Grafiti Pers menugaskan Bapak Dahlan Iskan untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Kemudian dilakukan perbaikan di semua aspek untuk mengejar ketertinggalan selama itu. Pada tanggal 29 Mei 1985 berdasarkan Akte Notaris Liem Sien Hwa SH No. 23 pasal 1 menyatakan merubah nama PT. Jawa Pos Concern menjasi PT. Jawa Pos hingga sekarang.

Perubahan lain yang dilakukan PT. Jawa Pos adalah dalam hal permodalan. Modal yang semula hanya dimiliki secara tunggal oleh Bapak Soeseno Tedjo, maka sehubungan dengan peraturan Menteri Penerangan No. 01/Per/Menpen/84 tentang Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers ( SIUPP ) khususnya tentang kepemilikan saham maka 20 % dari saham perusahaan dapat dimiliki oleh wartawan dan karyawan sedangkan 80 % yang lain dimiliki oleh PT. Grafiti Pers sebagai induk perusahaan PT. Jawa Pos sehingga dapat meningkatkan semangat karyawan dan wartawan karena akan timbul perasaan memiliki. Oleh karena PT. Grafiti Pers pengelola majalah Tempo, maka dlakukan perbaikan-perbaikan lagi antara lain terhadap kualitas produk, peningkatan kualitas sumber daya manusianya serta membenahi manajemen didalamnya, sehingga pada tahun 1990 oplah Jawa Pos meningkat menjadi 300.000 eksemplar dan pada awal tahun 1991 melambung menjadi 600.000 eksemplar. Perkembangan yang sangat pesat ini tercatat sebagai perkembangan tercepat di Asia.

VISI dan MISI PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA

VISI :

Menjadi Jejaring Percetakan Media Terbesar di Indonesia.

MISI :

  • § Memberikan Layanan Cetak Media dan Komersial dengan konsep “One Stop Services.”
  • § Mensinergikan Optimasi SDM,  Teknologi dan Sistem.
  • § Memberikan Layanan terbaik dalam standar ketepatan Waktu, Mutu, dan Jumlah.

NILAI PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA

  • Kami adalah percetakan media cetak terbesar di Indonesia, Konsep kami adalah melayani dengan cepat, tepat, dan kompetitif, Komitmen kami adalah selalu meningkatkan kualitas pelayanan.

SWOT PT. TEMPRINA MEDIA GRAFIKA

STRENGHT

v  PT Temprina Media Grafika merupakan salah satu perusahaan percetakan terbesar di Indonesia.

Bidang kegiatan utama Temprina adalah percetakan dalam bidang Web Rotary Offset Printing, Sheetfed Printing dan finishing yang menghasilkan produk koran, tabloid, majalah, buku dan produk media cetak lainnya. PT Temprina Media Grafika memiliki cabang tersebar di wilayah Jawa-Bali meliputi Surabaya, Malang, Bekasi, Cengkareng, Surakarta, Semarang, Nganjuk, Jember, dan Denpasar.

  • Temprina telah menggunakan teknologi grafika modern.

Seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas produk dan layanan yang prima maka Temprina telah menggunakan teknologi grafika terkini seperti yang terdapat pada mesin-mesin cetak yang berteknologi tinggi serta mesin-mesin pendukung proses produksi seperti Computer To Plate (CTP). Selain itu Temprina juga didukung oleh teknologi Sistem Cetak Jarak Jauh (SCJJ) yang sudah menjangkau di hampir seluruh kota-kota besar Indonesia. Selain menggunakan mesin-mesin canggih, PT Temprina Media Grafika juga menggunakan software-software yang dapat mempercepat proses produksi, sehingga mendukung misi pertama dan misi ketiga PT Temprina Media Grafika.

  • Temprina juga didukung oleh SDM unggul dan berkualitas.

Sejak awal Temprina telah memiliki beberapa pendekatan dalam hal proses rekrutmen karyawannya diantaranya adalah pendekatan CBRA atau Competency Based Recruitment Approach. Satu hal yang paling utama dalam pendekatan ini adalah kompetensi itu sendiri. Kompetensi dijadikan dasar mengingat bahwa kompetensi secara jelas dapat mengidentifikasikan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan motivasi yang perlu dinilai dari kandidat karyawan Temprina untuk suatu jabatan atau posisi yang dibutuhkan. Penggunaan pendekatan ini di Temprina dapat mengurangi resiko kesalahan dalam memilih karyawan dan dapat meningkatkan ketepatan perkiraan tentang kecocokan dari kompetensi yang diperlukan dengan kompetensi yang dimiliki oleh kandidat karyawan Temprina. Aspek-aspek yang dibentuk oleh Temprina dalam pengelolaan SDM nya yaitu communication skill, intelectual quotient, mental dan akhlak.

  • PT Temprina Media Grafika mendapat dukungan bisnis (support business) yang kuat dari vendor dan rekanan bisnis lainnya.

Hal ini dapat terlihat dari jaminan kontinuitas pengadaan kertas sebagai bahan baku utama percetakan. Biasanya dikatakan ketersediaan kertas di PT Temprina Media Grafika merupakan 80% kekuatan perusahaan karena didukung pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta, yang bernaung dalam grup PT Jawa Pos dan dukungan suplai energi listrik dari PT Prima Elektrik Power (Jawa Pos Group) untuk kelancaran operasional sehari-hari dan kelancaran proses produksi di Temprina. Untuk pengangkutan bahan baku maupun hasil produksinya, dilakukan oleh PT Jawa Pos Ekspedisi Mandiri.

  • Seluruh kegiatan Temprina telah distandarisasi oleh ISO untuk Standar Mutu.

Penerapan standar mutu ISO 9000:2001 di PT Temprina Media Grafika dimulai      dengan ditandainya kegiatan kick off pada 28 Juli 2007, yang mana merupakan hasil kerja dari tim Temprina dengan asuhan perusahaan trainer ISO Total Quality. Salah satu hasilnya adalah puluhan form dokumentasi proses-proses bisnis perusahaan yang merupakan salah satu point untuk mendapatkan sertifikasi mutu ISO tersebut.

  • PT Temprina Media Grafika telah melangkah untuk maju dalam pengembangan IT  jangka panjang.

Hal tersebut telah dibuktikan dengan adanya peningkatan layanan dan informasi yang begitu cepat, otomasi proses produksi, standarisasi data, dan pengendalian internal yang memadai. Selain itu, dengan mengintegrasikan seluruh datanya ke dalam konsep Enterprise Resource Planning (ERP), di mana ERP yang terdiri dari modul keuangan, distribusi, manufaktur, human resources, dan pajak yang sudah berjalan lebih dari 80% ini mampu memberikan dukungan yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Di samping ERP, dukungan teknologi infrastruktur berupa perluasan jaringan LAN dan WAN, mesin-mesin produksi, dan software-software pengembangan juga telah diterapkan dengan baik

  • PT Temprina Media Grafika memiliki akses dengan Reuters, AFP, kantor berita    nasional Antara, Jawa Pos News Network, dan Radar untuk akses terhadap berita-berita aktual yang ada.

 

  • Temprina selalu mendapatkan penghargaan

Temprina telah beberapa kali menerima penghargaan, diantaranya penghargaan    khusus dari KPU atau Komisi Pemilihan Umum, karena menyelamatkan pengadaan surat suara yang merupakan sarana paling vital dalam Pemilu. Selain itu Temprina juga menerima penghargaan dari Pemrov Jawa Timur dalam pengadaan soal ujian CPNS tahun 2004.

KPU atau komisi pemilihan umum memberi kepercayaan kepada PT. Temprina   Media Grafika sebagai rekanan utama dalam percetakan surat suara pemilu legislatif, pilpres I dan Pilpres II. KPU memberi penghargaan khusus pada PT. Temprina Media Grafika, karena menyelamatkan pengadaan surat suara yang merupakan sarana paling vital dalam pemilu. Saat rekanan yang lain tidak sanggup menyelesaikannya. Total suara yang dicetak pada pemilu 2004 yang lalu adalah 188 juta lembar atau sama dengan 1/3 tebal kebutuhan. Pada tahun tersebut Temprina juga menerima penghargaan dari Pemrov Jawa Timur karena Soal CPNS bisa selesai dalam waktu 2 hari.

  • PT Temprina Media Grafika dipimpin oleh pemimpin muda yang mempunyai semangat muda dan inovatif yang beragam.

Dengan demikian slogan “Temprina…BISA!” dapat direalisasikan oleh karyawan Temprina.

  • Temprina memiliki program Customer Care.

Perlakuan perusahaan terhadap kebutuhan customer yang tujuannya adalah kepuasan pelanggan diupayakan oleh PT. Temprina Media Grafika dalam berbagai program untuk Customer Care. Disini customer diibaratkan sebagai puncak dari struktur organisasi perusahaan, sebab customer menentukan arah, kelangsungan dan keberhasilan usaha. Dalam tanda petik, customer merupakan ” Investor ” pertama dan mereka harus memperoleh pelayanan semaksimal mungkin. Berbagai upaya dilakukan untuk peduli terhadap customer. Untuk itulah PT.Temprina Media Grafika telah melaksanakan Program Customer Gathering dan Customer Education sebagai agenda tahunan.

 

WEAKNESS

  • PT Temprina Media Grafika merupakan perusahaan yang tergolong baru, sehingga belum dikenal luas.

PT Temprina Media Grafika baru berdiri pada tahun 1996. Berbeda dengan perusahaan percetakan lainnya seperti percetakan Gramedia (Gramedia Printing), dimana Gramedia Printing telah berdiri sejak 1972 diikuti oleh jaringan-jaringannya seperti PT Bawen Media Tama (Semarang), PT Medan Media Grafika Tama (Medan), PT Rambang (Palembang), PT Antar Surya Jaya (Surabaya) sehingga Gramedia lebih dikenal oleh masyarakat.

OPPORTUNITY

  • PT Temprina Media Grafika merupakan perusahaan percetakan muda yang mampu tumbuh dan berkembang pesat. PT Temprina Media Grafika juga merupakan salah satu perusahaan percetakan terbesar di Indonesia.

Dengan standar ISO, SDM yang unggul, support business yang kuat dari vendor , serta teknologi grafika yang modern, membuka peluang Temprina untuk ekspansi ke luar negeri. Terlebih PT Temprina Media Grafika telah mendapat kepercayaan dari pemerintah Afganistan untuk mencetak buku paket.

  • Jumlah penduduk Indonesia sangat besar.

Besarnya penduduk Indonesia menyebabkan pasar potensial percetakan yang bisa dikembangkan.

  • Jumlah permintaan percetakan yang tinggi di bidang pendidikan seperti buku tulis, buku pelajaran, LKS, dan umum seperti koran, majalah, buku-buku umum, dsb.

THREATS

  • Minat baca masyarakat Indonesia rendah.

Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Itu terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006. Bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%) (www.bps.go.id).

 

  • Berkembangnya e-publishing.

Dewasa ini dunia Teknologi Informasi semakin berkembang dan semakin mobile. Salah satu dampak industri yang terkena imbasnya adalah industri percetakan yang mulai merambah pada percetakan elektronik (e-publishing). Saat ini sudah semakin banyak e-publishing yang beredar di internet, jenis dan bentuknyapun beraneka ragam, ada yang berbayar dan ada pula yang “gratis”. Pengguna layanan telekomunikasi juga semakin dimanjakan dengan layanan penyedia jasa telekomunikasi seluler yang selalu berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk pelanggan setianya, akses internet murah adalah contohnya. e-book, e-newspaper, dan e-magazine adalah beberapa contoh layanan informasi yang dulunya adalah bentuk informasi yang menggunakan proses percetakan tradisional dan sekarang mulai mengalami “revolusi” dengan merambah layanan elektronik.

E-book, siapa yang tidak suka membaca buku? Sumber ilmu pengetahuan utama ini sejak dulu dibuat untuk memuaskan dahaga para pencari informasi. Sekarang buku-buku tersebut lebih mudah didapatkan melalui Handphone dan atau PDA (Personal Data Assistant) masyarakat dunia saat ini dapat membaca buku dimana saja, kapan saja, lebih dari satu buku hanya dalam satu alat.

E-newspaper, Saat ini tidak perlu bingung jika membutuhkan koran edisi terbaru, sudah mulai banyak koran-koran baik lokal maupun mancanegara yang memilih jalur e-publishing sebagai jalur kedua mereka untuk melakukan distribusi. Dengan membayar lebih murah tiap bulannya, kita dapat membaca koran terbaru langsung melalui Handphone atau PDA.

E-magazine, lifestyle terbaru yang disukai karena praktis dan mobile. Kapan saja dan di mana saja, kita dapat dengan mudah mendapatkan majalah edisi terbaru dalam genggaman. Dan dengan bantuan internet, majalah yang disediakan secara elektronik ternyata mampu memberikan nilai lebih dari sisi tampilan dan interaksi dengan pembacanya. Menggunakan teknologi flash video dalam e-magazine membuat para pembaca serasa membaca secara “visual” pada artikel yang ada di dalam majalah tersebut.

  • Semakin berkambangnya perusahaan percetakan lain yang sejenis yang juga menggunakan Sisten Cetak Jarak Jauh (SCJJ), yaitu percetakan Gramedia (Gramedia Printing ).

Gramedia Printing berdiri pada tahun 1972 dan memiliki jaringan-jaringan besar seperti PT Bawen Media Tama ( Semarang ), PT Medan Media Grafika Tama (Medan), PT Rambang (Palembang), PT Antar Surya Jaya ( Surabaya ). Sejak tahun 1997 Gramedia Printing telah menciptakan dan menggunakan teknologi cetak jarak jauh dan telah melakukan ekspansi ke luar negeri.

  • Kebijakan pemerintah yang membeli hak cipta penerbit buku pelajaran sekolah tertentu untuk dijadikan e-book gratis.

Pemerintah mengharuskan pelajar Indonesia mengunduh buku sekolah elektronik (BSE). Pembelian hak cipta justru dapat mematikan industri penerbitan buku karena menuntut perusahaan penerbitan untuk tidak menerbitkan buku yang sama.

ANALISIS SWOT

Atas dasar identifikasi SWOT yang dimiliki PT. Temprina Media grafika  diatas, kami memiliki penilaian bahwa PT Temprina Media Grafika dapat melakukan ekspansi ke luar negeri. Mengapa kami menilai PT. Temprina Media Grafika mampu melakukan ekspansi ke luar negeri?? Ini semua atas dasar kekuatan PT. Temprina itu sendiri, menjadi salah satu perusahaan percetakan terbesar di Indonesia, menggunakan teknologi modern, didukung oleh SDM yang tangguh dan berkualitas, mendapat dorongan dan kerja sama dari vendor-vendor pers atau perusahaan lain, PT. Temprina sendiri sudah ISO, pemimpinnya pun adalah pemimpin yang berjiwa muda, inovatif dan kreatif, terakhir PT. Temprina Media Grafika sudah memiliki dan menilik kepedulian terhadap masyarakat yang cukup diapresiasi oleh lingkungan. Bila merasa sudah baik dan mampu memasuki bahkan menjadi salah satu perusahaan percetakan terbesar di dalam negeri tidak ada salahnya mencoba mengembangkan sayap bisnis dan pasar industry ke luar negeri. Langkah PT. Temprina Media Grafika tinggal sedikit lagi untuk meraih itu, kita tingggal memilih hendak menggunakan strategi global atau langsung membuat pabrik di luar negeri.

Dengan kekuatan tersebut, PT Temprina Media Grafika dapat mengatasi kelemahan sebagai perusahaan baru dengan cara melakukan benchmarking terhadap percetakan lain yang lebih dahulu ada, seperti Gramedia sehingga usia perusahaan yang masih tergolong muda tidak menjadi masalah. Dengan usia yang masih tergolong muda, dan slogan “Temprina…BISA!”, PT Temprina Media Grafika memiliki potensi besar untuk berkembang lebih pesat dari saat ini. Tidak menutup untuk semakin berkembang, PT. Temprina Media Grafika sudah memiliki pasar sendiri dan banyak melakukan pembenahan. Nampaknya kelemahan yang ada bisa secepatnya diatasi karena sudah cukup banyak yang mengenal nama PT. Temprina Media Grafika apalagi kalangan pengusaha surat kabar tentu tidaka sing lagi nama perusahaan besar itu. Dengan adanya hal semacam ini PT. Temprina Medai grafika bisa menggerus pesaing besarnya yaitu Gramedia.

Dalam setiap industri pasti ada pesaing. Dalam hal ini, kami menilai bahwa PT Temprina Media Grafika tidak perlu merisaukan hadirnya pesaing karena sampai saat ini PT Temprina Media Grafika telah membuktikan eksistensinya sebagai perusahaan percetakan muda yang tumbuh pesat dan merupakan salah satu perusahaan percetakan terbesar di Indonesia. Seluruh kegiatan Temprina telah menggunakan teknologi grafika modern serta distandarisasi oleh ISO Standar Mutu. Terbukti PT Temprina Media Grafika mendapat kepercayaan dari pemerintah Afganistan untuk mencetak buku paket. PT Temprina Media Grafika mendapat dukungan bisnis (support business) yang kuat dari vendor dan rekanan bisnis lainnya. Ketersediaan kertas di PT Temprina Media Grafika didukung oleh pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta, yang bernaung dalam grup PT Jawa Pos dan dukungan suplai energi listrik dari PT Prima Elektrik Power (Jawa Pos Group) untuk kelancaran operasional sehari-hari dan kelancaran proses produksi di Temprina. Hal itulah yang membuat Temprina ungguldari pesaingnya. Tergabungnya PT. Temprina Media Grafika memiliki keunggulan sendiri karena dapat terus memperoleh kemudahan dalam segi penekanan biaya hingga suplai kebutuhan.

CORPORATE LEVEL STRATEGY

Melihat segala aspek yang ada pada PT Temprina Media Grafika, perusahaan ini termasuk dalam perusahaan yang menggunakan strategi cost leadership. Hal ini dimungkinkan karena perusahaan memiliki system cetak jarak jauh yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. Walaupun kenyataanya jika menggunakan kecanggigan teknologi asumsinya akan mengeluarkan biaya yang banyak, namun PT. Temprina Media Grafika memiliki mesin  cetak yang berkecepatan cetak banyak, ini disinyalir akan memicu rendahnya biaya produksi. Selain hal itu PT Temprina juga memiliki pemasok kertas (PT Adiprima) dan pemasok listrik  (PT Prima Elektrik Power) yang lokasinya berada di satu kawasan dengan PT. Temprina Media Grafika, ini akan menekan biaya tranportasi dan biaya lainya yang berpengaruh pada biaya akhir produk. Walaupu PT. Temprina Media Grafika menggunakan strategi ini, perusahaan tetap mengedepankan kualitas produknya, hal ini bisa dilihat dari prestasi perusahaan salah satunya pemberian penghargaan khusus oleh KPU pada PT. Temprina Media Grafika, karena menyelamatkan pengadaan surat suara yang merupakan sarana paling vital dalam pemilu dan PT. Temprina Media Grafika menjadi pemenang kedua untuk kategori Cetak Offset Lithography di atas Kertas Koran.

Salah satu program PT. Temprina Media Grafika dalam menghadapi persaingan dimasa yang akan datang adalah penyiapan SDM. Penyiapan SDM Faktor penting suksesnya suatu perusahaan dalam jangka panjang harus berorientasi pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Dalam konteks kekinian fungsi pengelolaan SDM seharusnya tidak hanya berkutat pada penanganan masalah-masalah kompensasi dan hubungan industrial belaka, seperti masalah penggajian, data-data karyawan, dan masalah-masalah perburuhan. Ada beberapa fungsi lain yang juga tidak kalah pentingnya dan sering dilupakan oleh banyak perusahaan seperti career management, training & development, succession planning, human resources system management, dan compensation & benefit. Ke depan, fokus dan trend pengelolaan SDM akan mengarah pada strategic management suatu organisasi di mana kompleksitas persoalan SDM akan lebih luas. Untuk itu divisi SDM harus diposisikan sebagai suatu unit kerja yang sama pentingnya dengan divisi-divisi lain di perusahaan. Ia harus ditempatkan sebagai strategic partner dari suatu organisasi dan menjadi aset organisasi yang juga berharga di samping aset-aset lain seperti keuangan. Upaya memposisikan SDM sebagai strategic partner dari suatu organisasi perusahaan dalam jangka panjang akan sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Sering kali kita lupa bahwa persoalan yang dihadapi oleh perusahaan sebenarnya dapat dideteksi sejak dini melalui peran SDM-nya yaitu bagaimana suatu karyawan baru direkrut, dikembangkan, dimotivasi, dan dioptimalkan. Persoalan yang terjadi sebenarnya dapat diketahui pada saat proses awal dimulai seperti proses perekrutan. Jika proses tersebut mengikuti standarisasi yang telah ditetapkan maka persoalan SDM bisa diselesaikan. Pentingnya proses awal ini dikarenakan perusahaan memiliki profile atau mapping SDM sejak dini, misalnya apakah kandidat karyawan fit terhadap budaya organisasi dan sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan, memiliki kemampuan, kompetensi, dan pengalaman untuk posisi yang diperlukan serta memiliki potensi untuk berkembang di perusahaan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses penyiapan SDM adalah :

REKRUITMEN

PT. Temprina Media Grafika telah memberikan perhatian khusus untuk masalah rekrutmen karyawan sebagai proses awal yang sangat menentukan dalam pengelolaan SDM ini mengingat tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan karyawan yang tepat bagi suatu posisi tertentu sehingga karyawan tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama (loyal). Meskipun tujuannya terdengar sangat sederhana namun proses tersebut ternyata sangat kompleks, memakan waktu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit serta sangat terbuka peluang untuk melakukan kesalahan dalam menentukan karyawan yang tepat. Kesalahan dalam memilih karyawan yang tepat sangat besar dampaknya bagi perusahaan.

Sejak awal PT. Temprina Media Grafika telah memiliki beberapa pendekatan dalam hal proses rekrutmen karyawannya diantaranya adalah pendekatan CBRA atau Competency Based Recruitment Approach. Satu hal yang paling utama dalam pendekatan ini adalah kompetensi itu sendiri. Kompetensi dijadikan dasar mengingat bahwa kompetensi secara jelas dapat mengidentifikasikan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan motivasi yang perlu dinilai dari kandidat karyawan PT. Temprina Media Grafika untuk suatu jabatan atau posisi yang dibutuhkan. Penggunaan pendekatan ini di PT. Temprina Media Grafika dapat mengurangi resiko kesalahan dalam memilih karyawan dan dapat meningkatkan ketepatan perkiraan tentang kecocokan dari kompetensi yang diperlukan dengan kompetensi yang dimiliki oleh kandidat karyawan PT. Temprina Media Grafika.

PENEMPATAN

Setelah melewati fase rekrutmen dan seleksi maka kandidat karyawan ini telah ‘resmi’ menjadi karyawan PT. Temprina Media Grafika dan ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Namun sebenarnya karyawan tersebut masih perlu diuji aspek-aspek lain diluar aspek kompetensinya. Beberapa diantara aspek-aspek tersebut yang pertama adalah kemampuan intelektual (intelectual quotient) terutama dalam logika berpikir (silogisme) yang akan diterapkan pada pekerjaannya masing-masing. Hal ini memang tercermin secara teknis pada saat proses rekrutmen yaitu pada hasil psikotes untuk aspek tes IQ, namun seringkali pada praktiknya kadang-kadang belum terlihat secara maksimal. Misalnya, bagaimana karyawan mampu berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan secara sistematis dalam menghadapi permasalahan kerja sehari-hari. Hal ini perlu terus diasah dan dikembangkan melalui pembiasaan-pembiasaan dalam menghadapi masalah dan dapat pula ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan formal seperti pelatihan Prosodemo, Creative Thinking Mindset , dan pelatihan-pelatihan sejenis lainnya yang sering diadakan di PT. Temprina Media Grafika. Aspek kedua adalah kemampuan komunikasi (communication skill). Komunikasi sangat vital dalam sebuah organisasi karena komunikasi adalah media untuk memahami dan memberi pemahaman kepada orang lain. Kemampuan komunikasi yang dituntut untuk karyawan PT. Temprina Media Grafika dimensinya dua arah yaitu horizontal dan vertikal. Komunikasi horizontal dilakukan antar rekan sekerja setara secara hirarki organisasi, sedangkan komunikasi vertikal dilakukan antara atasan dengan bawahan dan sebaliknya. Manfaat positif dari komunikasi yang baik adalah tersampaikannya informasi secara jelas menyangkut hal apa saja terkait dengan pekerjaan sehari-hari karyawan dan kebijakan-kebijakan dari manajemen untuk seluruh karyawan sehingga dapat mencegah karyawan dari kondisi yang tidak well informed dan kondisi assymetric information. Aspek ketiga adalah aspek mental dan akhlak. Ketahanan mental termasuk emosional (emotional quotient) dan fisik dalam bekerja kadang menjadi permasalahan bagi karyawan baru manakala yang bersangkutan mulai terlibat dengan pekerjaan rutinitasnya. Hal ini disebabkan banyak faktor yang diantaranya adalah ritme kerja di bisnis percetakan dengan beban kerja dan jam kerja yang secara relatif berbeda dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain. Beberapa kasus pernah terjadi di mana seorang karyawan yang telah lolos dari proses rekrutmen dan seleksi dengan hasil yang baik namun ketika mulai terlibat dalam tugas pekerjaannya tidak dapat bertahan lama di PT. Temprina Media Grafika sehingga mengundurkan diri dari pekerjaannya atau diakhiri masa kerjanya karena performance yang tidak bagus. Beberapa kiat yang dilakukan manajemen PT. Temprina Media Grafika untuk mensiasati hal tersebut adalah dengan cara menerapkan sistem magang kerja sebagai sebuah fase pengkondisian atau percobaan bagi karyawan agar yang bersangkutan benar-benar siap baik skill dan kompetensi, fisik, dan mentalnya dalam menghadapi tugas-tugas yang akan dihadapi. Membangun mental yang tangguh pada gilirannya nanti akan berdampak kepada tumbuhnya sikap mental yang postif dari karyawan terhadap perusahaan, pekerjaan, pemimpin, bawahan, rekan sekerja, dan pihak luar perusahaan. Selain mental karyawan akhlaq juga perlu diutamakan dalam membangun mental karyawan PT. Temprina Media Grafika yang tangguh. Upaya penguatan akhlaq (emotional spiritual quotient) ini dilakukan karena setiap pekerjaan memiliki dimensi ibadah dengan pertanggungjawaban secara vertikal kepada Sang Pencipta. Hal ini menjadi perlu karena dari akhlaq yang baik maka akan terpancar nilai-nilai positif seorang manusia seperti kejujuran, kedisiplinan, etika, dan etos kerja yang baik sehingga pada gilirannya akan berdampak positif pula pada pekerjaannya.

LOYALITAS

Berbicara masalah loyalitas maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menumbuhkan motivasi kerja dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Tujuan dari motivasi kerja dan kepuasan kerja adalah agar karyawan dalam bekerja dapat mencapai produktivitas yang lebih tinggi. Menurut konsep motivasi berdasarkan kebutuhan dari Maslow secara ringkas disimpulkan bahwa kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan faali, kemudian perasaan yang aman, sosial, ego, dan aktualisasi diri. Dengan kata lain bahwa terpuaskannya suatu kebutuhan selalu akan disusul oleh timbulnya kebutuhan dari tahap berikutnya yang akan membentuk motivasi tertentu di belakang suatu perilaku manusia. Namun di PT. Temprina Media Grafika yang terjadi tidak harus selalu berurutan seperti yang dikonsepsikan Maslow. Untuk kebutuhan akan aktualisasi dan realisasi diri yaitu perasaan dan motivasi untuk mengembangkan diri sepenuhnya misalnya melalui promosi ke posisi-posisi puncak, di PT. Temprina Media Grafika seringkali melampaui kebutuhan-kebutuhan faali. Hal ini terjadi karena tuntutan perkembangan organisasi perusahaan yang sangat pesat, yang ditunjukan pemekaran perusahaan menjadi 9 printing plan dalam kurun waktu yang singkat 8 tahun, namun tidak diikuti pertumbuhan jumlah karyawan yang siap untuk menduduki posisi-posisi puncak tersebut. Namun hal inilah yang menimbulkan akselerasi atau percepatan peningkatan kualitas karyawan PT. Temprina Media Grafika.

Dedikasi PT. Temprina media Grafika terbilang cemerlang dan sangat baik. Turut meningkatkan perkembangan lingkungan industri di Indonesia, selain itu apa yang telah dilakukan PT. Temprina Media Grafika telah menciptakan SDM berkualitas yang mampu bersaing dengan SDM dari luar negeri, jadi kita tidak perlu mengimport pekerja dari luar! Secara garis besar ini menekan angka pengangguran di Indonesia. Seyogyanya setiap orang pun akan berfikir, menggunakan pekerja dalam negeri dengan pendidikan rendah hanya akan membuang cost dikarena membutuhkan biaya training namun di PT. TEmprina Media Grafika itu sama sekali tidak terjadi. Pemimpin sendiri hanya lulusan SMA, memang disini lebih mengedepankan inovasi dan kreatifitas sehingga dapat mengangkat apa yang ada dan malah memberikan income yang besasr bukan cost yang besar.

COMPANY BUSSINESS LEVEL

DEFINISI PRODUK

PT Temprina Media Grafika merupakan salah satu perusahaan percetakan terbesar dari Jawa Pos Group di Indonesia. Bidang kegiatan utama Temprina adalah percetakan dalam bidang Web Rotary Offset Printing, Sheetfed Printing dan finishing yang menghasilkan produk koran, tabloid, majalah, buku dan produk media cetak lainnya.

Seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas produk dan layanan yang prima maka Temprina telah menggunakan teknologi grafika terkini seperti yang terdapat pada mesin-mesin cetak yang berteknologi tinggi serta mesin-mesin pendukung proses produksi seperti Computer To Plate (CTP). Selain itu Temprina juga didukung oleh teknologi Sistem Cetak Jarak Jauh (SCJJ) yang sudah menjangkau di hampir seluruh kota-kota besar Indonesia. Selain menggunakan mesin-mesin canggih, PT Temprina Media Grafika juga menggunakan software-software yang dapat mempercepat proses produksi.

Ada pun dasar produksi percetakan adalah :

  • Film
  • Plate
  • Kertas
  • Tinta
  • Lem
  • Laminating
  • UV Varnish

Hasil dari percetakan PT. Temprina Media Grafika :

  • Koran
  • Buku
  • Tabloid
  • Majalah
  • Brosur
  • Proyek pemerintah seperti surat formulir pemilu, naskah CPNS dan lain-lain.

 

v PROSES BISNIS PT. Temprina Media Grafika

Pada mulanya, PT Temprina Media Grafika menerima pesanan dari konsumen lalu dilakukan analisa harga dan dicek ke bagian piutang untuk memastikan kredibilitas pembayaran konsumen serta penanganan pembayaran uang muka, lalu dicek ke bagian produksi untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan kapasitas mesin. Apabila kesepakatan telah dilakukan kedua belah pihak maka bagian desain akan menyempurnakan pesanan konsumen ke dalam layout yang sesuai dengan cetakan akhir. Dalam melakukan desain layout, PT Temprina Media Grafika menggunakan software automatic imposition di mana imposisi atau montage dilakukan secara otomatis oleh software, untuk menghemat waktu dan menghasilkan layout desain yang tepat/presisi. PT Temprina Media Grafika juga menggunakan color management system untuk memberikan hasil cetak yang predictable dan konsisten.

Desain yang telah dibuat dituangkan ke dalam film sesuai ukuran lebar yang dikehendaki dan panjangnya yang tidak terbatas. Selanjutnya dilakukan proses expose di atas plat besi untuk dicetak. Setelah itu diadakan proses pencucian plat lalu dimasukkan ke dalam mesin pelipat, untuk memposisikan letak plat pada mesin cetak yang telah ditentukan untuk dipergunakan sesuai dengan format yang dikehendaki. Setelah dicetak, hasil cetakan dipotong, dilipat/dijilid/dijahit, dan langsung menuju bagian pengepakan lalu didistribusikan ke konsumen. Biasanya untuk koran pagi mengalami proses dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi, lalu jam 3 pagi koran didistribusikan ke seluruh daerah. Ada beberapa cetakan yang membutuhkan finishing efek kilap (glossy) sehingga setelah dicetak, produk diberi efek glossy dengan menggunakan mesin ultraviolet.

Biasanya pada proses produksi, karyawan akan mencetak beberapa dengan kecepatan yang rendah kemudian langsung mengambil hasil cetakan untuk dicek ketepatan hasil dan warnanya. Setelah pengecekan, karyawan akan melakukan pembenahan lalu meningkatkan kecepatan cetak sehingga pada proses produksi ini pasti ada normal spoilage, produk cacat yang terjadi tanpa disengaja dan tidak bisa dihindari. Kertas hasil produk cacat ini akan didaur ulang. Plat film cetak juga hanya bisa digunakan sekali pakai, plat ini biasanya dijual ke pihak lain untuk didaur ulang.

Pada proses produksi ini, PT Temprina Media Grafika menggunakan sistem penyambungan kertas otomatis sehingga tidak ada penundaan waktu cetak karena penggantian gulungan kertas. Mesin yang digunakan untuk mencetak ada dua macam, mesin webb yang digunakan untuk mencetak kertas gulungan dan mesin sheet yang digunakan untuk mencetak kertas potongan, di mana kertas potongan tersebut disuplai oleh PT Tjiwi Kimia. Umumnya, mesin webb biasanya digunakan untuk mencetak koran, sedangkan mesin sheet digunakan untuk mencetak cetakan komersial media massa seperti buku, buku tulis, kalender, annual report, company profile, poster, stiker, flyer, dan packaging. Workflow percetakan dan Sistem manajemen kerja percetakan pada PT Temprina Media Grafika dapat dilihat pada gambar

Gambar Workflow Percetakan

 

Sumber : www.temprina.com

Sistem Manajemen Kerja Percetakan

Sumber : www.temprina.com

Sumber : www.statistikofset.com

BAGAN PERUSAHAAN PT. Temprina Media Grafika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab

  • Direktur

Tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya :

1. Menentukan strategi pengembangan dan kemajuan perusahaan.

2. Membina hubungan baik dengan relasi dan pelanggan (customer).

3. Bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan.

4. Mengelola perusahaan secara umum.

5. Meminta pertanggungjawaban tugas-tugas semua bagian, baik secara langsung atau tidak.

6. Memberikan tugas kepada semua bagian apabila keadaan mendesak.

 

  • Direktorat Teknik dan Rekayasa

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen Teknik :

a. Mekanik

1. Menjaga kelancaran mesin.

2. Servis mesin trouble.

3. Pengadaan teknisi.

4. Melaporkan tugas divisi.

b. Rekayasa Mekanik

1. Mendukung pengadaan mesin dan nonmesin .

2. Servis mesin trouble.

3. Pengadaan teknisi.

4. Melaporkan tugas divisi.

c. Elektrik

1. Memperlancar tugas di perusahaaan.

2. Servis tugas mesin.

3. Pengadaan spare part elektrik.

4. Koordinasi teknologi.

5. Melaporkan tugas divisi.

 

  • Direktorat Produksi dan Pengembangan

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen IT (EDP) :

1. Pengadaan fasilitas teknologi.

2. Mengembangkan teknologi.

3. Memperlancar tugas divisi lain.

4. Melaporkan tugas divisi.

 

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen R and D :

1. Melaksanakan tugas-tugas penelitian dan pengembangan perbaikan proses      produksi.

2. Melakukan uji coba dan penelitian terhadap kelayakan material produksi.

 

  • Direktorat Keuangan dan Umum

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen Finance :

1. Melakukan tertib administrasi keuangan perusahaan.

2. Melakukan pengendalian atau control atas pembelanjaan atau pengeluaran     keuangan perusahaan.

3. Rekonsiliasi data keuangan.

4. Menanyakan dan meminta keterangan yang dibutuhkan kepada semua bagian yang melakukan transaksi pembelian.

5. Menunda atau menolak permintaan pembelian atau pengeluaran kas perusahaan apabila dirasa ada persyaratan yang belum lengkap.

 

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen Accounting :

1. Melakukan tertib administrasi keuangan perusahaan.

2. Melakukan kontrol atas pembelanjaan atau pengeluaran keuangan perusahaan.

3. Menanyakan dan meminta keterangan yang dibutuhkan kepada semua bagian yang melakukan transaksi pembelian.

4. Menunda atau menolak permintaan pembelian atau pengeluaran kas perusahaan apabila dianggap ada persyaratan yang belum lengkap.

 

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen Pembelian :

1. Bertanggung jawab atas tersedianya segala kebutuhan produksi.

2. Melakukan pengendalian intern pembelian.

3. Mendata laporan operator.

4. Koordinasi pengadaan logistik.

 

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab Departemen HRD/GA :

1. Secara umum menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif.

2. Mengembangkan potensi sumber daya manusia.

3. Meningkatkan kualitas tata-laksana rumah tangga perusahaan.

4. Meminta keterangan lebih lanjut kepada direktur mengenai keputusan yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

5. Mengubah kebiasaan perilaku semua bagian sesuai dengan perkembangan perusahaan.

 

  • Direktorat Pemasaran

Tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya :

1. Bertanggung jawab atas perhitungan atau penjadwalan waktu produksi.

2. Membina hubungan dengan pelanggan (customer).

3. Menciptakan image atau citra positif perusahaan dimata masyarakat.

4. Menentukan harga dan memberikan potongan harga.

KEPUASAN PELANGGAN

Perlakuan perusahaan terhadap kebutuhan customer yang tujuannya adalah kepuasan pelanggan diupayakan oleh PT. Temprina Media Grafika dalam berbagai program untuk Customer care. Disini customer diibaratkan sebagai puncak dari struktur organisasi perusahaan, sebab customer menentukan arah, kelangsungan dan keberhasilan usaha. Dalam tanda petik, customer merupakan ” Investor ” pertama dan mereka harus memperoleh pelayanan semaksimal mungkin. Berbagai upaya dilakukan untuk peduli terhadap customer. Untuk itulah PT.Temprina Media Grafika telah melaksanakan Program Costumer Gathering dan Custumer Education sebagai agenda tahunan.Sebagaimana diketahui, bahwa Upaya kami untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap Customer tidak pernah ada putusnya. Sebagai bentuk realisasi dari upaya kami, pada November 2007 kami mendapat sertifikasi ISO 9001 : 2000, yang merupakan Sertifikasi terhadap Sistem Manajemen Mutu oleh Badan Sertfikasi Lloyd’s Register. Kami yakin sertifikasi ini bukan segalanya, akan tetapi adalah sebuah upaya. Dan bagi kami, sertifikasi terbaik adalah kepuasan pelanggan. Kami menawarkan berbagai produk yang menjadi kebutuhan Anda di bidang Percetakan. Dengan kapasitas Mesin dan Teknologi yang kami punya, Kecakapan Tim Marketing Kami dan juga Sistem Manajemen Mutu yang terjaga, kami ingin menawarkan Kesuksesan Bersama Anda, Para Customer dan Calon Customer kami.

RESEARCH and DEVELOPMENT

Untuk menjalankan proses produksi, selain menggunakan mesin-mesin canggih, PT Temprina Media Grafika juga menggunakan software-software yang dapat mempercepat proses produksi pada PT Temprina Media Grafika. Misalnya sebelum penerapan teknologi informasi semua karyawan harus mengatur posisi film agar tepat secara manual, sekarang setelah penerapan teknologi informasi tugas itu mulai digantikan oleh mesin canggih yang didukung oleh software tertentu.

 

Remote Printing Perusahaan ini menerima pesanan konsumen melalui internet sehingga konsumen yang ada di mana-pun dapat memberi pekerjaan cetak kepada PT Temprina Media Grafika dan dapat meminta pekerjaannya dicetak di mana-pun di delapan cabangnya dan didistribusikan kemana saja. Fasilitas cetak jarak jauh ini memberikan memberikan manfaat kepada konsumen yaitu efisiensi biaya, waktu dan tenaga, efektivitas pengiriman, dan penghematan biaya distribusi. Teknologi remote printing ini didukung dengan jaringan yang mempunyai cakupan yang luas, sehingga proses cetak jarak jauh dapat dilakukan oleh PT Temprina Media Grafika. Cetak jarak jauh ini dapat terlaksana karena adanya Group Jawa Pos Printing Network.

Remote Inking Dengan adanya teknologi ini, karyawan yang berada di bidang produksi khususnya Koran tidak akan kerepotan dalam mengatur banyaknya tinta cetak yang akan digunakan. Karena hanya dengan menggunakan alat yang berfungsi sebagai pengendali tinta. Untuk  simpelnya sistem kerjanya sama seperti pada saat mengatur RGB untuk menentukan warna pada saat melakukan desain.

 

Software Automatic Inposition Dengan menggunakan software ini, file yang berupa film yang sudah dicetak akan disesuaikan dengan bentuk asli yang diminta. Biasanya proses ini dilakukan oleh manusia secara manual. Dengan adanya software ini, peran dari manusia akan sedikit diminimalkan karena software ini akan secara otomatis mengatur film yang ada sesuai dengan layout yang diinginkan.

 

Software Color Management System Pengaturan warna pada layout. Biasanya untuk menentukan warna pada film, pegawai akan melakukan penglihatan titik dan disesuaikan dengan sudut tertentu dan kemudian warna dari layout baru dapat ditentukan. Dengan adanya software ini, penentuan warna untuk layout dapat lebih cepat. Pada kenyataannya, masih ada layout yang penentuan warnanya dibuat manual. Tetapi penentuan warna tersebut dilakukan oleh tenaga kerja yang sudah ahli di bidang tersebut. dengan adanya software ini, maka perusahaan akan lebih dimudahkan.

 

Eco-Ink Teknologi yang baru diterapkan sejak Agustus 2008 ini digunakan untuk meminimalisasi penggunaan tinta pada saat percetakan, tanpa mengurangi kualitas cetaknya. Teknologi yang dibantu software khusus ini akan membantu perusahaan untuk mencapai efisiensi produksi cetak.

 

REKOMENDASI

PT. Temprina Media Grafika ada baiknya mengembangkan visi dan misinya agar lebih global dan terfokus dalam menghadapi perkembangan perindustrian di Indonesia.

 

Visi :

 

Menjadi Perusahaan Penyedia percetakan dengan teknologi mutakhir yang terbesar, pilihan utama konsumen dalam negeri maupun luar negeri, dan membanggakan serta memuaskan bagi para stakeholders.

 

Misi :

  • § Memberikan Layanan Cetak Media dan Komersial dengan konsep “One Stop Services.”
  • § Mensinergikan Optimasi SDM,  Teknologi dan Sistem.
  • § Memberikan Layanan terbaik dalam standar ketepatan Waktu, Mutu, dan Jumlah.
  • § Ikut serta mencerdaskan bangsa melalui pembentukan manusia yang kreatif, mandiri dan berwawasan.
  • § Membudayakan profesionalisme kerja dalam lingkup eksteren maupun eksteren.
  • § Menjadikan PT. Temprina Media Grafika perusahaan yang dinamis dalam bidang percetakan
  • § Memenuhi tuntutan pasar aik dalam maupun luar negeri

Adapun tujuan yang kami rekomendasikan bagi terbentuknya PT. Temprina Media Grafika adalah :

  • Kelanggengan dan pertumbuhan dengan mengemban bisnis sehat
  • Menyediakan pelayanan terbaik bagi para konsumen
  • Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan kesejahteraannya
  • Mengemban tugas tanggung jawab sosial dan memperluas kesempatan kerja
  • Membentuk Perusahaan yang terbesar dan terkemuka

Nilai :

Meruntut atas dasar 5c maka da baknya PT. Temprina mengadopsi nilai tersebut agar lebih kompleks dan mampu menciptakan perkembangan lebih pesat.

  • Caring, artinya peduli terhadap sesama. Nilai ini tampak pada sikap proaktif, berpikir positif, tanggap, empatik, siap membantu dengan tulus, mengapresiasi secara fair, memberi kesempatan yang sama tanpa membedakan golongan, ras, suku, gender dan agama, serta bersedia menyesuaikan diri.
  • Credible, artinya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Nilai ini muncul dari kesatuan pikiran, kata dan tindakan. Wujudnya tampak dari sikap jujur, fair, menepati janji (komitmen), disiplin, konsisten, memiliki etika bisnis yang baik, bertanggungjawab, taat, loyal, setia dan menjaga nama baik perusahaan.
  • Competent, artinya cakap (capable) dan terampil (skillfull) di bidangnya. Nilai profesionalisme ini muncul dari sikap kerja yang efisien, efektif, tuntas, tegas dan bijaksana, mengikuti perkembangan teknologi, continuous learning, serta berani menjadi perintis, penggerak dan fasilitator perubahan demi kemajuan.
  • Competitive, artinya terdorong untuk menjadi yang terunggul. Nilai ini dituntut oleh situasi dan kondisi persaingan usaha. Wujudnya adalah keinginan untuk selalu maju, berkembang, tidak mudah puas, inisiatif, kreatif, inovatif, berani bersaing, dengan kecepatan lebih (speed) mengungguli yang lain.
  • Customer Delight, artinya memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Nilai ini muncul apabila dengan senang hati menyediakan waktu, pikiran dan tenaga demi terpenuhinya kebutuhan pelanggan, bahkan di atas harapan pelanggan (beyond customers expectation). Wujudnya adalah segala usaha dilakukan sebelum diminta oleh pelanggan (anticipative), melayani langsung secara personal, maupun mengatasi keluhan mereka secara profesional.

Untuk setandar operasional hendaknya PT. Temprina Media Grafika menertibkan siklus produksi dan memperhatikan keamanan para pegawainya.

 

  • PT Temprina seharusnya mewajibkan karyawan untuk memakai masker (pelindung pernapasan), ini digunakan untuk menghindari dari bahaya polusi dari mesin cetak. Bukan itu saja karyawan harus dilindungi keslamatan kerja mereka dari bahaya polusi yang dikeluarkan oleh limbah PT Adiprima yang masih berada dalam satu kawasan.

 

 

Guna meningkatkan dan menjadikan perusahaan yang go Internasional maka PT. Temprina Media Grafika perlu melakukan beberapa langkah. Antaralain :

 

  • Menbantu pemerintah dalam hal menumbuh kembangkan minat baca pada usia dini. PT Temprina bisa memakai program Perpustakaan Keliling untuk memperkenalkan membaca pada anak – anak dengan buku yang mereka cetak sendiri, setidaknya ini bisa diawali dari lingkungan sekitar Surabaya.
  • Membuat tindakan social dengan mengumpulkan buku bekas yang bisa dibagikan secara Cuma-Cuma pada masyarakat
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan lingkungan sekitar dan kepemerintahan
  • Memberikan kekuatan dengan peningkatan SDM yang siap bersaing dipasar Internasional
  • Meperbaiki struktur permodalan sehingga mampu mengatasi krisis yang kerap terjadi

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Strickland A. J ,Arthur A. Thompson, John Gamble. 2005. “Crafting and Executing Strategy: The Quest for Competitive Advantage : Concepts and Cases”. McGraw-Hill/Irwin Illustrated.

 

http:// www.temprina.com

http://www.bps.go.id

http://irvan-inspirasi.blogspot.com/pt-temprina-media-grafika.html/

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/industri/

http://www.gramedia.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Gramedia

http://www.gramediaprinting.com

http:// irvan17.blogspot.com/pttemprina-media-grafika.html/

http://digilib.ubaya.ac.id/

http://parvian.wordpress.com/e-publishing-ancaman-atau-jalur-baru-untuk-industri-percetakan

http://blog-indonesia.com/blog-archive

http://www.ceploq.com

 

http://mfanwarie.webnode.com/

http:// bimba-aiueo.com/

http://www.statistikofset.com

 

 

 

 

 

 

About lanamichi

just wanted to share experiences, stories and add to friends
This entry was posted in PT Temprina. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s